SAI Lestari · Jejak Aksi & Edukasi Konservasi
Belalai kecil itu berpegang pada induknya.
Di belakang mereka terbentang Mentru Kembar, sepetak padang dan hutan yang lima tahun terakhir selalu berada di jalur api. Ini cerita tentang sekolah, warga desa, dan penjaga taman nasional yang memutuskan untuk tidak membiarkannya terbakar.
Foto: ALeRT/Edi Santoso
Gulir untuk mengikuti ceritanya
Babak 01 · Kenapa titik ini
Benteng terakhir sebelum api masuk ke kawasan inti
Resort Susukan Baru berada di sisi kawasan yang paling sering bersinggungan dengan kebakaran lahan setiap musim kemarau. Mentru Kembar berdiri persis di antara sisi itu dan kawasan inti Taman Nasional Way Kambas.
Kalau garis ini jebol, api tidak berhenti di padang rumput. Ia masuk ke ruang hidup harimau, gajah, tapir, dan trenggiling.
Karena itu prioritas kerjanya sederhana: ada orang di titik itu sebelum apinya ada.
Babak 02 · Siapa yang tinggal di sana
31 spesies
satwa liar tercatat di area restorasi Mentru Kembar sepanjang 2025, dari pengamatan langsung dan kamera jebak yang bekerja diam-diam siang malam.
Harimau Sumatera
Panthera tigris sumatraeKritis · CR
Gajah Sumatera
Elephas maximus sumatranusKritis · CR
Tapir Asia
Tapirus indicusGenting · EN
Kijang Muncak
Muntiacus muntjakKamera jebak 2025Foto: ALeRT/Edi Santoso
Trenggiling Sunda juga masih memakai ruang ini. Selama nama-nama itu terus tercatat, kawasan ini hidup.
Babak 03 · Yang mengancam
Api datang tiap kemarau
Kadang dari lahan sebelah, kadang dari dalam kawasan. Yang membedakan hasil akhirnya cuma satu hal: seberapa cepat ada orang di titik itu. Karena itu camp dijaga 1×24 jam, sekat bakar dibangun sebelum kemarau, dan patroli berangkat tiap hari, supaya ancaman kebakaran tidak sempat tumbuh menjadi kerusakan yang lebih besar.
Sepanjang periode program, tim ALeRT mendukung Balai TNWK dalam pemadaman api pada 15 dari 23 kejadian kebakaran hutan di kawasan.
Dokumentasi pemadaman dan patroli 2025.Foto: ALeRT/Edi Santoso
Babak 04 · Yang dikerjakan
Empat kata kerja yang menahan api
Restorasi bukan satu proyek besar, melainkan empat pekerjaan sederhana yang diulang terus-menerus.
01 · Jaga
Camp tidak pernah kosong
Penjagaan 1×24 jam, patroli rutin, sekat bakar, dan deteksi dini. Tugasnya satu: memastikan api yang muncul tidak sempat membesar.
Foto: ALeRT/Edi Santoso
02 · Tanam
21.500 bibit, sepuluh jenis
Semua jenis asli habitat ini, dari mentru yang memberi nama kawasan sampai gaharu dan kedaung. Selama periode program, penanaman telah dilakukan pada dua hektar di Restorasi Mentru Kembar dan Timbangan, dan pembibitan terus berjalan.
| No | Jenis bibit | Nama ilmiah | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 1 | Mentru / Puspa | Schima wallichii | 9.000 |
| 2 | Jambon | Anthocephalus cadamba | 4.000 |
| 3 | Jengkol | Archidendron pauciflorum | 3.000 |
| 4 | Salam | Syzygium polyanthum | 2.000 |
| 5 | Kedaung | Parkia timoriana | 1.500 |
| 6 | Waru | Hibiscus tiliaceus | 850 |
| 7 | Ketapang | Terminalia catappa | 750 |
| 8 | Sungkai | Peronema canescens | 200 |
| 9 | Gaharu | Aquilaria malaccensis | 200 |
| 10 | Kecapi | Sandoricum koetjape | 50 |
| Total | 21.500 |
Geser tabel ke samping di layar kecil →
Capaian pembibitan per Januari 2026, laporan kegiatan SAI Lestari.Foto: ALeRT/Edi Santoso
03 · Rawat
Setahun merawat camp
Camp yang sama, dipotret Februari 2025 dan Februari 2026. Perbaikan akses jalan, penyulaman tanaman, dan pemeliharaan bibit berjalan di antara dua foto ini.
Foto: ALeRT/Edi Santoso
04 · Ajak
Rasa memiliki lintas generasi
Siswa datang untuk ekspedisi dan belajar, warga Desa Taman Fajar bergotong royong. Tujuannya bukan hanya restorasi, tapi memastikan ada yang meneruskan.
Foto: ALeRT/Edi Santoso
Babak 05 · Tiga tahun, satu titik
Kamera drone berdiri di titik yang sama tiga kali. Yang berubah bukan sudutnya.
Babak 06 · Yang kembali
Kamera jebak tidak tahu sedang memotret siapa
Justru karena itu datanya jujur. Ketika hutan mulai pulih, penghuninya kembali lewat depan lensa, tanpa diundang, tanpa diatur.






Foto: ALeRT/Edi Santoso
| Taxa | Spesies | CR | EN | VU | LC |
|---|---|---|---|---|---|
| Burung (Aves) | 21 | 0 | 0 | 1 | 20 |
| Mamalia | 7 | 2 | 1 | 1 | 3 |
| Primata | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 |
| Reptil | 2 | 0 | 0 | 0 | 2 |
| Total 2025 | 31 | 2 | 2 | 2 | 25 |
Geser tabel ke samping di layar kecil →
Spesies satwa liar di restorasi Mentru Kembar 2025, dikelompokkan menurut IUCN Red List (CR kritis · EN genting · VU rentan · LC risiko rendah).
Babak 07 · Tiga dampak
Dari diskusi menuju eksekusi nyata
Kolaborasi Sekolah Alam Indonesia, Pemerintah Daerah Lampung Timur, ALeRT, Balai TNWK, dan masyarakat Desa Taman Fajar bergerak di tiga jalur sekaligus.
Environmental Impact
Lingkungan
- Restorasi hutan Mentru Kembar: penanaman, penyulaman, pemeliharaan bibit
- Penanaman 2 ha di Restorasi Mentru Kembar dan Timbangan
- Pembibitan 21.500 bibit dari 10 jenis
- Monitoring biodiversitas dengan kamera jebak
- Patroli rutin, penjagaan camp 24 jam, deteksi dini kebakaran
- Penanggulangan konflik gajah–manusia: kanal, lampu, edukasi
Social Impact
Sosial
- Pembangunan Pendopo Konservasi sebagai pusat edukasi & koordinasi
- Keterlibatan aktif masyarakat desa penyangga di tiap kegiatan
- Pendampingan sekolah & siswa: ekspedisi, pembelajaran, kurikulum konservasi
- FGD, studi banding, dan wawancara warga
- Penguatan kapasitas pencegahan kebakaran & pengamanan hutan
- Koordinasi multipihak: pemda, sekolah, ALeRT, Balai TNWK, perusahaan, masyarakat
Economic Impact
Ekonomi
- Pendopo Konservasi sebagai pusat inkubasi & sentra UMKM desa
- Pengembangan sentra UMKM hijau berbasis produk lokal
- Pilot project pertanian berkelanjutan di Desa Taman Fajar
- Studi banding pengembangan ide usaha unggulan desa
- Pendampingan usaha & peningkatan kapasitas wirausaha
- Dukungan pendanaan program melalui CSR, donasi, dan kolaborasi
Babak 08 · Babak berikutnya
Pendopo Konservasi: meja yang sama untuk semua
Januari 2026, batu pertama diletakkan di Desa Taman Fajar. Bangunan ini bukan kantor, melainkan tempat warga desa, guru, siswa, pemerintah daerah, dan penjaga taman nasional duduk di meja yang sama: pusat edukasi konservasi sekaligus inkubasi UMKM hijau desa penyangga.
Foto: ALeRT/Edi Santoso
Babak 09 · Giliran Anda
Cerita ini masih ditulis. Ikutlah menulisnya.
Berkolaborasi
Perusahaan dan lembaga bisa ikut lewat program CSR: mendanai bibit dan penanaman, mendukung patroli dan sarana pemadaman, atau membangun Pendopo Konservasi bersama warga Desa Taman Fajar.
Dokumentasi bersama Balai TN Way Kambas · ALeRT · Sekolah Alam Indonesia
Seluruh data dan foto di halaman ini bersumber dari laporan kegiatan program SAI Lestari (pemeliharaan reforestasi Mentru Kembar, Resort Susukan Baru, SPTN 1 Way Kanan, Taman Nasional Way Kambas, progress update Januari 2026) serta infografis kolaborasi SAI Lestari. Kredit foto: ALeRT/Edi Santoso. Selengkapnya tentang Sekolah Alam Indonesia di sekolahalamindonesia.sch.id.