Skip to Content
Gambaran udara SAI Meruyung Living Earth Campus
Sekolah Alam Indonesia Meruyung

Menuju Living Earth Campus

Ruang belajar hidup ±4.000 m² di Meruyung, Kota Depok.

±4.000 m² lahan pendidikan permanen 7 zona living labs Rp9 M target wakaf lahan

*Semua visual kampus adalah ilustrasi artistik rencana pengembangan.

Ini bukan hanya tentang lahan baru, tetapi tentang menghadirkan ruang tumbuh yang lebih baik bagi generasi masa depan. Aditya Widi Nugraha, Principal SAI Meruyung

Sejak 2012 kami tumbuh bersama alam, kini menuju lahan permanen.

Tentang SAI Meruyung

Lebih dari sekadar sekolah

Siswa bereksplorasi di hutan
Eksplorasi alam
Siswa menanam bibit bersama
Menanam bersama
Kunjungan belajar ke kebun bibit
Belajar di kebun
Kegiatan komunitas orang tua di sekolah
Komunitas keluarga
Belajar dari alam

Pengalaman nyata di alam sebagai ruang belajar utama yang menyenangkan dan bermakna.

Karakter bertumbuh

Akhlak, kepemimpinan, kemandirian, empati, dan kemampuan memecahkan masalah nyata.

Kolaborasi komunitas

Orang tua, alumni, guru, dan mitra bergerak bersama dalam ekosistem pendidikan yang inklusif.

Manfaat lintas generasi

Pendidikan yang memberi manfaat bagi siswa, keluarga, komunitas, dan bumi.

Mengapa dibutuhkan

Mengapa kampus ini dibutuhkan

Pertumbuhan siswa melampaui daya tampung ruang belajar.

TantanganRuang belajar belum optimal

Ruang belajar belum sepenuhnya aman, luas, dan berkelanjutan; fasilitas dasar seperti perpustakaan, lab, dan ruang terbuka masih sangat terbatas.

SolusiLahan permanen ±4.000 m²

Lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan aman, dikelola melalui skema wakaf produktif sebagai warisan kebaikan.

TantanganProgram belum maksimal

Anak-anak membutuhkan ruang untuk bereksperimen, bergerak, berkolaborasi, dan belajar dari persoalan nyata.

Solusi7 zona living labs

Kampus menjadi laboratorium hidup: anak belajar dari alam, mengelola, merawat, dan memberi dampak bagi lingkungan dan komunitas.

Lahan sebagai fondasi

Dasar yang kuat untuk ruang pendidikan jangka panjang, diamankan lewat wakaf produktif.

Infrastruktur sebagai ruang tumbuh

Fasilitas agar kegiatan belajar berjalan layak, aman, dan optimal.

Program sebagai jalan dampak

Lahan dan bangunan tidak berhenti sebagai fisik: ia hidup sebagai laboratorium bagi anak dan masyarakat.

Visi

Kampus laboratorium kehidupan

Bukan hanya ruang kelas: tempat anak-anak tumbuh bersama alam, keluarga, dan komunitas, menjadi insan utuh yang memberi manfaat bagi Bumi.

Anak-anak SAI menjelajah dengan jas hujan
Mengenal Allah lewat ciptaan-Nya Berakhlak dalam keseharian Peduli sesama & lingkungan Memimpin dengan empati Tangguh menghadapi tantangan Generasi khalifah fil ardh
Masterplan

Satu lahan, tujuh ruang tumbuh

Masterplan isometrik Living Earth Campus 1Waste-to-Value 2Food Garden 3Water Lab 4Climate Zone 5Resilience Park 6Green Tech 7Community Hub
Ilustrasi Waste-to-Value Station
1Zona 1

Waste-to-Value Station

Mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai.

±800 m²200–300 kg sampah/hari
  • Kompos & pupuk organik untuk kebun kampus
  • Budidaya Black Soldier Fly & daur ulang material
  • Ekonomi sirkular: sampah kampus tidak berakhir di TPA
Lokasi dalam masterplan
Ilustrasi Food Security Garden
2Zona 2

Food Security Garden

Menanam pangan sehat untuk komunitas yang mandiri.

±1.000 m²pangan 200–300 keluarga/bulan
  • Kebun produktif, greenhouse, dan bank benih komunitas
  • Edukasi & pelatihan pertanian organik
  • Panen bersama dan berbagi hasil
Lokasi dalam masterplan
Ilustrasi Water Guardian Lab
3Zona 3

Water Guardian Lab

Laboratorium air untuk masa depan berkelanjutan.

±720 m²20–40 orang/hari
  • Panen air hujan, filtrasi, dan lab kualitas air
  • Biopori & sumur resapan untuk mitigasi banjir
  • Edukasi konservasi air untuk semua usia
Ilustrasi Climate Stewardship Zone
4Zona 4

Climate Stewardship Zone

Belajar, bertindak, dan memulihkan iklim bersama.

±1.000 m²30–60 orang/hari
  • Stasiun cuaca & sensor pemantau lingkungan
  • Pembibitan pohon dan aksi tanam bersama
  • Citizen science: riset kecil berbasis data nyata
Ilustrasi Outdoor Resilience Park
5Zona 5

Outdoor Resilience Park

Ruang terbuka untuk kesehatan & ketangguhan komunitas.

±1.200 m²50–100 orang/hari
  • Panjat tebing, rope course, dan permainan tim
  • Mini field & area kebugaran luar ruang
  • Festival hijau dan kegiatan komunitas
Lokasi dalam masterplan
Ilustrasi Green Tech Maker Space
6Zona 6

Green Tech Maker Space

Inovasi hijau & kewirausahaan berkelanjutan.

±700 m²30–50 orang/hari
  • Prototyping: 3D printer, laser cutter, alat tepat guna
  • Energi surya & sensor lingkungan berbasis IoT
  • Inkubasi usaha hijau siswa & komunitas
Ilustrasi Community Leadership Hub
7Zona 7

Community Leadership Hub

Jantung sosial kampus: kolaborasi & kepemimpinan.

±620 m²50–80 orang/hari
  • Ruang serbaguna & perpustakaan komunitas
  • Pelatihan kepemimpinan & lokakarya tematik
  • Dapur komunitas dan taman belajar terbuka
Penerima manfaat

Dampak yang terus tumbuh

0+
Siswa aktif
0+
Siswa baru per tahun
0+
Keluarga terlibat
0+
Guru & fasilitator

…ditambah ratusan komunitas dan ribuan alumni dalam 5 tahun pertama.

Siswa

Ruang belajar luas, aman, dan hijau; karakter, kepemimpinan, literasi lingkungan, dan problem solving.

Keluarga & komunitas

Kebun edukasi, parenting, volunteering, dan jejaring komunitas pendidikan-lingkungan.

Mitra CSR/ESG

Kontribusi konkret dan terukur: sponsorship zona, employee volunteering, laporan dampak berkala.

Pendanaan bertahap

Lahan dulu, semuanya menyusul

Lahan diamankan dulu, infrastruktur dan program menyusul.

1
Pembebasan lahan permanenRp9.000.000.000

Lahan ±4.000 m² di Meruyung diamankan lewat sertifikat wakaf.

Terkumpul Rp2,74 M (30%)per 1 Mei 2026
1 m² = Rp2,25 juta, wakaf terasa nyata
Progres per 1 Agustus 2026
Uang muka ±Rp2 M sudah disetor
Proses AJB & balik nama ke Yayasan Selaras Alam
📅Pelunasan sisa dana ke pemilik: Agustus 2026
📅Mulai pembayaran pembiayaan: September 2026
2
Pembangunan infrastruktur intiRp7.206.000.000

16 kelas, perpustakaan, green lab, masjid, toilet, dan akses.

3
Aktivasi Living Labs+±Rp2.000.000.000 (estimasi)

Fasilitas 7 zona: program berjalan dan dampaknya dilaporkan.

Total semua tahap Rp16,2 M+, sisa kebutuhan lahan ±Rp7,26 M.
Amanah & transparan

Setiap rupiah dikelola terbuka

📄Legalitas & kanal resmi 🤝MoU / commitment letter 💵Dana dicatat per kategori 📷Dokumentasi & BAST 📊Impact report berkala 👥Donor visit & review

Update progres bulanan • impact report triwulanan • laporan tahunan • kunjungan mitra sesuai kesepakatan.

Mari menjadi mitra

Batu fondasi masa depan mereka

Jalur 1: Donatur individu / komunitas
  1. Pilih bentuk wakaf atau donasi
  2. Transfer melalui kanal resmi di bawah
  3. Konfirmasi kontribusi, terima update progres
  4. Ajak keluarga dan komunitas Anda
Jalur 2: Corporate / yayasan / strategic partner
  1. Jadwalkan diskusi kemitraan
  2. Pilih paket dukungan & sepakati MoU
  3. Implementasi program atau fasilitas
  4. Terima impact report & lakukan donor visit
541 541 0024BSI · a.n. Yayasan Wakaf SAI
Waspada penipuan: SAI Meruyung hanya menerima wakaf/donasi melalui rekening resmi di atas. Abaikan permintaan transfer ke rekening pribadi atas nama siapa pun.
Siswa SAI Meruyung bermain flying fox
Penerimaan Siswa Baru

Tumbuh bersama kampus ini

Living Earth Campus dibangun untuk generasi yang sedang bertumbuh hari ini. Kenali jenjang, program, dan alur pendaftaran SAI Meruyung.

🖥️ Sedang membuka lewat ponsel? Halaman ini punya pengalaman penuh di layar desktop: ambience bergerak, garis akar tumbuh, dan peta hidup kampus.