Apa yang membuat masa Taman Kanak-kanak di Sekolah Alam Indonesia berbeda? Konsep TK di sini terintegrasi dengan tiga pilar pendidikan Sekolah Alam Indonesia — akhlak mulia, kepemimpinan, dan keterampilan berpikir — diwujudkan lewat model pembelajaran yang berfokus pada anak dan mengikuti tahap usia perkembangannya.
1. Bermain dan Bahagia
Di TK Sekolah Alam Indonesia tiada hari tanpa bermain. Semua kegiatan didesain agar anak merasa bahagia. Sekolah menjadi hal yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Atmosfir bahagia ini sangat kondusif untuk usia mereka yang sedang berada dalam masa keemasan (golden age) dimana emosi bahagia mengikat kuat beragam pengetahuan baru yang sedang dipelajari anak.
2. Guru TK Laki-laki
Guru TK Sekolah Alam Indonesia tidak hanya ibu guru. Di setiap kelasnya selalu ada bapak guru. Berlari, menendang bola, kuda-kudaan, panjat badan, bergelayutan di lengan serta kegiatan fisik lainnya menjadi aktivitas yang seru dan sangat berbeda bila dilakukan dengan bapak guru.
3. Tuntas Motorik
Aktifitas fisik yang melimpah apalagi bersama bapak guru di sekolah akan menstimulasi seluruh perkembangan anak khususnya perkembangan fisik motorik. Tuntas motorik di usia dini menjadi bekal anak untuk siap belajar di jenjang pendidikan berikutnya.
4. Identifikasi Gender
Sekolah Alam Indonesia menerapkan konsep ayah bunda dimana selalu ada bapak dan ibu guru di setiap kelas. Sosok bapak ibu guru dapat menjadi role model bagaimana gender berperan dalam keseharian sehingga anak nantinya tidak gagap dalam memerankan gendernya. Di usia dini, identifikasi gender merupakan salah satu tugas perkembangan. Konsep ayah bunda / bapak ibu guru di sekolah akan membantu anak melewati tahapan ini dengan baik.
5. Nutrisi Otak
Alam menjadi bagian siswa sehari-hari. Kelas yang terbuka dengan banyak pepohonan membuat oksigen tersedia untuk dihirup siswa. Oksigen salah satu makanan otak sehingga informasi yang diterima anak mampu terserap optimal.
6. Alam dan Ketundukan
Alam juga menjadi sumber ilmu yang tak terbatas yang mengenalkan Sang Maha Pencipta dan mengajarkan ketundukan kepada-Nya. Alam menjadi connector bagi anak untuk mempelajari sebuah kehidupan nyata. Alam menjadi alat yang efektif dalam menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak baik fisik, sosial, bahasa dan juga kognitif. Seluruh pembelajaran pada anak usia dini berawal dari hal yang kongkret dan alam menyediakan semua hal tersebut.
Catatan: tulisan asli menyebut tujuh alasan; enam di antaranya diuraikan di atas sebagaimana termuat pada sumbernya.
Ingin melihat langsung? Kunjungi halaman Penerimaan Siswa Baru atau hubungi kami di WhatsApp +62 811-9341-541.
Ditulis oleh Aditya Widi Nugraha dan pertama kali dimuat pada 9 November 2021. Dimuat ulang di situs ini dengan izin penulis. Sumber asli.